Menemukan pekerjaan yang cocok tidak hanya soal gaji atau lokasi kerja, tetapi juga tentang kesesuaian antara kepribadian dan lingkungan kerja. Ketika seseorang bekerja di bidang yang sesuai dengan kepribadiannya, ia cenderung merasa lebih bahagia, produktif, dan bertahan lebih lama di tempat kerja. Salah satu alat yang banyak digunakan untuk membantu mengenali kecocokan ini adalah Holland Test.
Apa Itu Holland Test?
Holland Test adalah alat asesmen psikologis yang dikembangkan oleh psikolog John L. Holland. Tes ini didasarkan pada teori bahwa setiap orang memiliki tipe kepribadian tertentu yang memengaruhi pilihan kariernya. Holland membagi tipe kepribadian manusia ke dalam enam kategori yang dikenal dengan singkatan RIASEC, yaitu Realistic, Investigative, Artistic, Social, Enterprising, dan Conventional.
Menurut teori ini, seseorang akan lebih berkembang dan merasa puas jika bekerja dalam lingkungan yang sesuai dengan tipe kepribadiannya. Misalnya, seseorang dengan tipe Realistic lebih senang melakukan aktivitas yang bersifat praktis dan konkret, seperti bekerja di bidang teknik atau mekanik. Sementara itu, individu dengan tipe Artistic cenderung menikmati pekerjaan yang melibatkan kreativitas, seperti desain, seni, atau penulisan.
Enam Tipe Kepribadian dalam Holland Test
-
Realistic (R)
Individu dengan tipe ini menyukai pekerjaan yang melibatkan aktivitas fisik dan penggunaan alat. Contohnya adalah teknisi, arsitek, atau pekerja lapangan. -
Investigative (I)
Mereka senang berpikir kritis, menganalisis, dan memecahkan masalah. Bidang yang sesuai adalah penelitian, sains, atau teknologi. -
Artistic (A)
Orang dengan tipe ini kreatif dan ekspresif. Mereka cocok bekerja sebagai seniman, penulis, desainer, atau pekerja di industri kreatif. -
Social (S)
Individu ini menikmati interaksi dengan orang lain dan suka membantu. Profesi seperti guru, konselor, atau pekerja sosial sangat cocok untuk tipe ini. -
Enterprising (E)
Mereka memiliki kemampuan memimpin dan senang berpengaruh pada orang lain. Profesi yang sesuai antara lain manajer, pengusaha, atau tenaga pemasaran. -
Conventional (C)
Tipe ini menyukai keteraturan, data, dan rutinitas. Pekerjaan yang cocok antara lain akuntan, administrasi, atau staf keuangan.
Bagaimana Holland Test Bekerja?
Tes ini berisi serangkaian pernyataan atau daftar kegiatan yang harus dipilih berdasarkan tingkat ketertarikan seseorang. Hasilnya akan menunjukkan kombinasi tiga tipe kepribadian yang paling dominan, misalnya “ISA” (Investigative, Social, Artistic). Kombinasi tersebut kemudian digunakan untuk menentukan bidang pekerjaan yang paling sesuai.
Sebagai contoh, seseorang dengan hasil “ECS” (Enterprising, Conventional, Social) mungkin akan cocok bekerja di bidang bisnis, manajemen, atau administrasi. Tes ini membantu individu memahami pola kepribadiannya dan bagaimana hal tersebut memengaruhi preferensi kerja.
Manfaat Holland Test dalam Dunia Karier
Holland Test tidak hanya berguna untuk siswa atau mahasiswa yang sedang memilih jurusan kuliah, tetapi juga bermanfaat bagi profesional yang ingin mengevaluasi arah kariernya. Dengan memahami tipe kepribadian, seseorang dapat mengambil keputusan karier yang lebih tepat dan menghindari pekerjaan yang tidak sesuai dengan dirinya.
Selain itu, hasil tes ini juga membantu perusahaan dalam proses rekrutmen. Banyak bagian sumber daya manusia (HRD) menggunakan tes ini untuk menilai kecocokan kandidat dengan budaya dan jenis pekerjaan di perusahaan. Lingkungan kerja yang selaras dengan kepribadian karyawan terbukti meningkatkan motivasi, loyalitas, serta kinerja individu (Rounds & Su, 2014).
Penelitian lain oleh Nauta (2010) juga menunjukkan bahwa kesesuaian antara tipe kepribadian dan pekerjaan memiliki hubungan erat dengan kepuasan karier dan kesejahteraan psikologis seseorang.
Kesimpulan
Holland Test membantu individu mengenali siapa dirinya dan di mana ia akan berkembang. Dengan memahami tipe kepribadian melalui RIASEC, seseorang dapat memilih jalur pendidikan dan karier yang paling sesuai dengan dirinya. Tes ini bukan hanya panduan untuk memilih pekerjaan, tetapi juga sarana refleksi diri agar seseorang dapat mencapai kepuasan dan keseimbangan dalam hidup.
Biro psikologi Smile Consulting Indonesia menyediakan layanan psikotes karier yang dapat membantu individu menemukan potensi diri dan bidang pekerjaan yang sesuai. Dengan pendekatan ilmiah dan hasil yang terpercaya, proses perencanaan karier dapat menjadi lebih terarah dan bermakna.
Referensi :
Holland, J. L. (1997). Making vocational choices: A theory of vocational personalities and work environments (3rd ed.). Odessa, FL: Psychological Assessment Resources.
Nauta, M. M. (2010). The development, evolution, and status of Holland's theory of vocational personalities: Reflections and future directions. Journal of Vocational Behavior, 77(3), 260–268.
Rounds, J., & Su, R. (2014). The nature and power of interests. Current Directions in Psychological Science, 23(2), 98–103.