Dalam dunia kerja, tidak sedikit orang yang merasa kehilangan semangat meskipun memiliki pekerjaan yang stabil dan penghasilan yang memadai. Ada pula individu yang sering berpindah tempat kerja karena merasa “tidak cocok” dengan lingkungan atau tugas yang dijalani. Kondisi ini sering kali bukan disebabkan oleh kurangnya kemampuan, melainkan karena pekerjaan tersebut tidak sejalan dengan nilai-nilai pribadi yang dimiliki.
Setiap individu memiliki nilai yang menjadi dasar dalam mengambil keputusan, termasuk dalam memilih pekerjaan atau menentukan arah karier. Tes Career Values Scale (CVS) membantu individu memahami nilai-nilai tersebut agar dapat menemukan pekerjaan yang paling sesuai dengan dirinya.
Apa Itu Career Values Scale?
Career Values Scale (CVS) merupakan alat asesmen psikologis yang dirancang untuk mengidentifikasi nilai-nilai utama yang memengaruhi pilihan karier serta tingkat kepuasan seseorang terhadap pekerjaannya. Nilai karier tidak hanya berkaitan dengan uang atau status, tetapi juga mencakup hal-hal yang dianggap penting, bermakna, dan mampu memberikan kepuasan pribadi di tempat kerja.
Tes ini banyak digunakan oleh psikolog, konselor karier, dan praktisi sumber daya manusia untuk membantu individu memahami motivasi mendasar yang memengaruhi perilaku kerja. Dengan memahami nilai-nilai karier, seseorang dapat membuat keputusan profesional yang lebih tepat, baik dalam memilih pekerjaan, menentukan jurusan studi, maupun mengevaluasi arah karier yang sedang dijalani.
Menurut Super (1995), nilai karier merupakan faktor penting dalam pembentukan konsep diri dan pemilihan pekerjaan. Nilai inilah yang membuat seseorang merasa “cocok” atau “tidak cocok” dengan pekerjaan tertentu, meskipun secara objektif posisi tersebut terlihat menarik.
Nilai-Nilai yang Diukur dalam Career Values Scale
Secara umum, Career Values Scale mengukur berbagai nilai penting yang menjadi pendorong seseorang dalam bekerja. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.
- Prestasi (Achievement)
Menunjukkan kebutuhan untuk mencapai hasil terbaik dan merasakan kebanggaan atas keberhasilan pribadi. Contohnya, individu yang senang menetapkan target dan merasa termotivasi ketika berhasil melampauinya. - Kemandirian (Independence)
Mencerminkan keinginan untuk bekerja secara mandiri dan mengambil keputusan sendiri. Individu dengan nilai ini tinggi umumnya cocok dengan pekerjaan yang memberikan kebebasan berpikir dan bertindak. - Stabilitas (Security)
Menggambarkan kebutuhan akan rasa aman, baik dari segi keuangan maupun kepastian lingkungan kerja. Nilai ini sering menjadi pertimbangan utama bagi individu yang mengutamakan kestabilan hidup. - Hubungan Sosial (Social Relationships)
Menunjukkan pentingnya interaksi positif dan kerja sama dalam tim. Individu dengan nilai ini tinggi cenderung merasa bahagia ketika dapat berkontribusi dalam lingkungan sosial yang suportif. - Kontribusi Sosial (Social Contribution)
Berkaitan dengan dorongan untuk membantu orang lain dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Profesi seperti konselor, guru, atau tenaga kesehatan sering kali didorong oleh nilai ini. - Pengakuan (Recognition)
Menunjukkan kebutuhan untuk dihargai, diakui, atau memperoleh status sosial tertentu. Nilai ini dapat mendorong seseorang untuk bekerja keras demi mendapatkan prestise dan penghargaan. - Kreativitas (Creativity)
Mewakili dorongan untuk menciptakan hal baru dan berpikir secara inovatif. Individu dengan nilai ini tinggi umumnya cocok bekerja di bidang seni, desain, teknologi, atau penelitian. - Kepemimpinan (Leadership)
Menunjukkan keinginan untuk memengaruhi, memotivasi, dan mengarahkan orang lain. Nilai ini penting bagi individu yang tertarik pada peran manajerial atau posisi strategis.
Mengapa Nilai Karier Penting untuk Diketahui?
Mengetahui nilai-nilai karier membantu individu membuat pilihan yang lebih selaras dengan diri mereka. Seseorang yang mengutamakan stabilitas, misalnya, berpotensi merasa tidak nyaman jika bekerja di lingkungan yang penuh ketidakpastian seperti perusahaan rintisan (startup). Sebaliknya, individu yang menjunjung tinggi kreativitas dapat dengan mudah merasa jenuh apabila bekerja di lingkungan yang kaku dan sarat aturan.
Dengan memahami nilai karier, individu dapat:
-
Menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kepribadian dan kebutuhan batin.
-
Meningkatkan kepuasan kerja serta motivasi jangka panjang.
-
Mengurangi risiko stres dan kelelahan emosional di tempat kerja.
-
Membuat keputusan karier yang lebih terarah dan realistis.
Penelitian Brown dan Crace (1996) menunjukkan bahwa nilai karier berperan penting dalam menjaga keseimbangan antara harapan individu dan realitas pekerjaan. Ketika nilai pribadi tidak selaras dengan nilai organisasi, individu cenderung mengalami konflik internal serta penurunan komitmen kerja.
Bagaimana Proses Tes Career Values Scale Dilakukan?
Tes Career Values Scale umumnya berbentuk kuesioner yang berisi sejumlah pernyataan mengenai preferensi kerja. Peserta diminta untuk menilai sejauh mana pernyataan tersebut sesuai dengan dirinya, misalnya: “Saya merasa puas ketika pekerjaan saya bermanfaat bagi orang lain” atau “Saya menginginkan pekerjaan yang memungkinkan saya mengambil keputusan sendiri.”
Hasil tes akan menggambarkan peta nilai pribadi individu, termasuk nilai yang paling dominan dan nilai yang relatif kurang penting. Selanjutnya, psikolog akan membantu menginterpretasikan hasil tersebut untuk memberikan rekomendasi karier yang sesuai, baik untuk perencanaan studi, pemilihan pekerjaan, maupun pengembangan profesional.
Kesimpulan
Setiap individu memiliki nilai yang berbeda dalam bekerja. Ada yang mencari tantangan, ada yang mengutamakan stabilitas, dan ada pula yang merasa bahagia ketika dapat membantu orang lain. Tidak ada nilai yang lebih baik dibandingkan nilai lainnya; yang terpenting adalah mengenali nilai yang paling bermakna bagi diri sendiri.
Career Values Scale membantu individu memahami alasan di balik pilihan karier yang diambil. Dengan mengenali nilai-nilai yang mendorongnya, seseorang dapat membuat keputusan karier yang lebih bijak, terarah, dan berpotensi memberikan kepuasan jangka panjang.
Biro psikologi Smile Consulting Indonesia menyediakan layanan psikotes untuk berbagai kebutuhan asesmen psikologis, baik bagi individu maupun perusahaan. Layanan ini dirancang untuk memberikan hasil yang akurat dan dapat dipercaya.
Referensi
Brown, D., & Crace, R. K. (1996). Values in life role choices and outcomes: A conceptual model. The Career Development Quarterly, 44(3), 211–223.
Super, D. E. (1995). Values: Their nature, assessment, and practical use. The Counseling Psychologist, 23(4), 550–562.
Sagiv, L., & Schwartz, S. H. (2000). Value priorities and subjective well-being: Direct relations and congruity effects. European Journal of Social Psychology, 30(2), 177–198.