Memuat...
08 January 2026 13:27

Multiple Intelligences Assessment: Setiap Anak Cerdas dengan Caranya Sendiri

Bagikan artikel

Setiap anak memiliki kecerdasan yang unik dan tidak selalu tercermin dari nilai rapor atau kemampuan akademik semata. Howard Gardner, seorang psikolog dari Harvard University, mengemukakan teori Multiple Intelligences yang menyatakan bahwa kecerdasan manusia terdiri atas berbagai jenis, mulai dari kecerdasan linguistik hingga kecerdasan kinestetik. Teori ini membantu orang tua dan pendidik memahami bahwa setiap anak cerdas dengan caranya sendiri.

 

Apa Itu Multiple Intelligences Assessment?

Multiple Intelligences Assessment adalah alat tes psikologi yang dirancang untuk mengenali jenis kecerdasan dominan pada seorang anak. Tes ini tidak hanya mengukur IQ, tetapi juga menilai bagaimana anak berpikir, belajar, dan mengekspresikan dirinya.

Sebagai contoh, seorang anak mungkin memiliki kecerdasan musikal yang tinggi sehingga mudah menangkap irama atau nada, sementara anak lain mungkin unggul dalam kecerdasan interpersonal yang membuatnya lebih mudah berempati dan bekerja sama dengan teman.

 

Manfaat bagi Anak dan Orang Tua

Dengan mengetahui profil kecerdasan anak melalui asesmen ini, orang tua dapat mendukung perkembangan anak secara lebih tepat sasaran. Anak dapat diarahkan pada aktivitas dan metode belajar yang sesuai dengan kekuatannya, sehingga proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan efektif.

Sebagai contoh, anak dengan kecerdasan visual-spasial yang tinggi akan lebih mudah memahami konsep melalui gambar atau diagram dibandingkan hanya melalui teks. Selain itu, Multiple Intelligences Assessment juga membantu guru menyesuaikan strategi pengajaran di kelas.

Dengan memahami kecerdasan dominan setiap murid, guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bervariasi dan inklusif, sehingga setiap anak memiliki kesempatan untuk mengekspresikan potensinya secara optimal.

 

Bagaimana Tes Dilakukan?

Tes ini umumnya dilakukan melalui kuesioner atau aktivitas praktis yang menilai minat, keterampilan, dan preferensi anak dalam berbagai bidang. Anak dapat diminta untuk menyelesaikan tugas kreatif, berinteraksi dalam permainan kelompok, atau mengekspresikan ide melalui musik, gerak, maupun gambar.

Hasil tes kemudian dianalisis untuk menentukan jenis kecerdasan yang paling dominan serta area perkembangan yang masih dapat ditingkatkan.

 

Kesimpulan

Multiple Intelligences Assessment memberikan pandangan yang lebih luas mengenai kecerdasan anak. Dengan memahami kekuatan unik setiap individu, orang tua dan guru dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada aspek akademik semata.

Dengan demikian, setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi individu yang percaya diri, kreatif, dan mampu mengekspresikan diri sesuai dengan keunikannya.

 

Biro Psikologi Smile Consulting Indonesia menyediakan layanan psikotes karier yang dapat membantu individu menemukan potensi diri dan bidang pekerjaan yang sesuai. Dengan pendekatan ilmiah dan hasil yang terpercaya, proses perencanaan karier dapat menjadi lebih terarah dan bermakna.

 

Referensi

Gardner, H. (2011). Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences. Basic Books.
Shearer, C. B., & Karanian, B. (2017). Using multiple intelligences assessments to improve student learning. Journal of Educational Psychology, 109(5), 603–615.
Chen, J., & Gardner, H. (2005). Multiple intelligences: New horizons in theory and practice. Educational Psychology Review, 17(3), 239–249.

Bagikan