Menentukan jurusan kuliah sering menjadi hal yang membingungkan bagi banyak siswa. Ada yang memilih karena mengikuti teman, ada pula yang menuruti keinginan orang tua tanpa benar-benar mengenali minat diri sendiri. Padahal, keputusan ini dapat memengaruhi masa depan karier seseorang dalam jangka panjang.
Salah satu cara yang terbukti membantu proses tersebut adalah melalui Tes Strong Interest Inventory (SII), yaitu alat ukur psikologis yang dirancang untuk memetakan minat individu terhadap berbagai bidang pekerjaan dan aktivitas.
Apa Itu Tes Strong Interest Inventory?
Tes Strong Interest Inventory pertama kali dikembangkan oleh Edward K. Strong pada tahun 1927 dan kemudian disempurnakan oleh John L. Holland, seorang tokoh penting dalam teori minat dan kepribadian karier. Tes ini membantu individu memahami kecenderungan minatnya terhadap berbagai bidang pekerjaan, seperti seni, sosial, sains, bisnis, dan teknis.
SII bekerja dengan mengidentifikasi pola minat seseorang melalui respons terhadap berbagai pernyataan mengenai aktivitas, profesi, dan situasi kerja yang disukai atau tidak disukai. Hasil tes kemudian dibandingkan dengan profil individu yang bekerja dan merasa puas di bidang tertentu, sehingga memberikan gambaran mengenai bidang pekerjaan yang berpotensi sesuai.
Sebagai contoh, seseorang dengan skor tinggi pada bidang Artistic dan Social cenderung lebih cocok memilih jurusan seperti Psikologi, Desain Komunikasi Visual, atau Pendidikan Seni, karena bidang tersebut menuntut kreativitas serta interaksi sosial yang tinggi.
Landasan Teori: Model Holland (RIASEC)
Tes SII didasarkan pada Holland’s Typology of Vocational Interests, yang membagi kepribadian dan minat kerja manusia ke dalam enam tipe utama yang dikenal dengan singkatan RIASEC, yaitu:
-
Realistic (R): menyukai aktivitas fisik dan praktis, seperti teknik, pertanian, atau arsitektur.
-
Investigative (I): tertarik pada analisis, penelitian, dan pemecahan masalah, seperti sains atau kedokteran.
-
Artistic (A): menyukai kebebasan berekspresi dan kegiatan kreatif, seperti seni, musik, dan desain.
-
Social (S): senang membantu dan berinteraksi dengan orang lain, seperti psikologi, pendidikan, atau keperawatan.
-
Enterprising (E): menyukai kegiatan memimpin, bernegosiasi, dan memengaruhi orang lain, seperti bisnis atau hukum.
-
Conventional (C): menyukai keteraturan dan kegiatan administratif, seperti akuntansi atau manajemen data.
Kombinasi dari keenam tipe ini membentuk profil minat yang unik pada setiap individu. Misalnya, seseorang dengan kombinasi Investigative–Artistic–Social mungkin akan menikmati jurusan seperti Psikologi, Arsitektur, atau Bioteknologi yang menggabungkan analisis, kreativitas, dan interaksi sosial.
Mengapa Tes SII Penting untuk Pemilihan Jurusan Kuliah?
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian antara minat dan jurusan kuliah berpengaruh besar terhadap motivasi belajar, kepuasan akademik, serta keberhasilan karier di masa depan.
Penelitian oleh Nauta (2010) dalam Journal of Vocational Behavior menunjukkan bahwa individu yang memilih bidang studi sesuai dengan minatnya cenderung memiliki tingkat kepuasan akademik dan komitmen karier yang lebih tinggi. Temuan serupa juga dikemukakan oleh Rottinghaus, Coon, Gaffey, dan Zytowski (2007), yang menemukan bahwa hasil SII memiliki validitas tinggi dalam memprediksi kepuasan kerja dan ketepatan pilihan karier di masa mendatang.
Tes SII tidak hanya memberi tahu “jurusan apa yang cocok”, tetapi juga membantu individu memahami alasan di balik kecocokan tersebut. Dengan demikian, siswa dapat membuat keputusan yang lebih sadar dan bertanggung jawab terhadap masa depannya.
Proses Pelaksanaan Tes SII
Tes Strong Interest Inventory umumnya dilakukan oleh psikolog atau konselor karier yang memiliki lisensi untuk mengadministrasikan dan menginterpretasikan hasil tes. Proses pelaksanaannya meliputi:
-
Pengisian kuesioner yang berisi pernyataan mengenai aktivitas, profesi, dan situasi kerja yang disukai.
-
Analisis hasil oleh profesional yang terlatih.
-
Sesi umpan balik, di mana hasil tes dijelaskan dan dikaitkan dengan potensi bidang studi atau jurusan kuliah yang sesuai.
Interpretasi hasil menjadi tahap yang sangat penting karena yang diperhatikan bukan hanya skor semata, melainkan pola minat dan kepribadian secara keseluruhan.
Contoh Penerapan dalam Kehidupan Nyata
Bayangkan seorang siswa bernama Dina yang ragu memilih antara jurusan Akuntansi dan Desain Komunikasi Visual. Setelah mengikuti tes SII, hasilnya menunjukkan skor tinggi pada tipe Artistic dan Social, serta skor rendah pada tipe Conventional. Melalui hasil tersebut, Dina menyadari bahwa ia lebih menikmati kegiatan kreatif dan interaksi sosial dibandingkan pekerjaan administratif.
Berdasarkan pemahaman ini, Dina akhirnya memilih jurusan Desain Komunikasi Visual dan merasa lebih termotivasi dalam menjalani studinya.
Kesimpulan
Menemukan jurusan kuliah yang tepat bukan hanya tentang mengikuti tren atau saran orang lain. Setiap individu memiliki kombinasi minat dan kepribadian yang berbeda. Tes Strong Interest Inventory membantu mengenali potensi tersebut secara ilmiah dan sistematis.
Dengan memahami minat diri, seseorang dapat memilih jurusan yang tidak hanya sesuai dengan kemampuan, tetapi juga memberikan kepuasan dan semangat untuk berkembang dalam jangka panjang.
Biro psikologi Smile Consulting Indonesia menyediakan layanan psikotes karier yang dapat membantu individu menemukan potensi diri dan bidang pekerjaan yang sesuai. Dengan pendekatan ilmiah dan hasil yang terpercaya, proses perencanaan karier dapat menjadi lebih terarah dan bermakna.
Referensi
Nauta, M. M. (2010). The development, evolution, and status of Holland's theory of vocational personalities: Reflections and future directions. Journal of Vocational Behavior, 77(2), 102–114. https://doi.org/10.1016/j.jvb.2010.03.010
Rottinghaus, P. J., Coon, K. L., Gaffey, A. R., & Zytowski, D. G. (2007). Thirty-year stability and predictive validity of vocational interests. Journal of Career Assessment, 15(1), 5–22. https://doi.org/10.1177/1069072706294517
Holland, J. L. (1997). Making vocational choices: A theory of vocational personalities and work environments (3rd ed.). Psychological Assessment Resources.